Dalam palungan samudera paling dalam, ku kuburkan semua harapan dan
kutanamkan cerita kita. Biarlah alunan samudera bercerita, betapa aku
mencintaimu.
Melepaskanmu bukan karena menyerah, hanya saja saya tidak ingin kau dapatkan yang tidak layak.
Saya sangat bodoh, karena telah membiarkanmu mencintaiku. Mencintai pria yang memang tidak layak untuk dicintai.
Semuanya telah saya pelajari. Memang ada kalanya kita membunuh ego kita untuk orang yang kita cintai.
Semoga kau tak lagi mencintaiku seperti aku mencintaimu.
Semoga kau tidak merasakan perih seperti perih yang menusuk hingga hati yang terdalam sekalipun.
Tapi satu hal yang pasti, saya melepaskanmu bukan karena saya menyerah atau tidak lagi mencintaimu. Tapi sebaliknya, yang kurasakan saat ini adalah semakin mencintaimu dan cinta ini mengajarkanku bagaimana agar saya tidak egois dengan segala keinginanku.
Aku pahami, bahwa kau punya prinsip dalam hidupmu dan seharusnya aku tidak datang sebagai penggoyahmu.
Saya kira cinta bisa menaklukan segalanya.
Saya
sadari bahwa kau adalah wanita hebat. Dan ironisnya, diantara pria yang
hadir dalam hidupmu, entah sahabat, keluarga atau siapalah, mungkin
baru pertama kali ini kau tau bahwa ada pria sepayah diriku.
