Kamis, 31 Agustus 2017

Menyayanginya memang bukan suatu kesalahan.
Namun itu bisa jadi salah ketika kamu tidak memperlakukannya dengan seharusnya.
Sayang itu tidak merubah sesuatu karena kau memaksanya.
  
Ingat, seindah-indahnya perasaan yang kamu rasakan itu bukanlah alat yang bisa kamu pergunakan untuk mengatur tingkah lakunya.
Bagaimana bisa kamu menyayangi orang namun kamu tidak tahu bagaimana memperlakukannya?

Ya kamu butuh cinta, tapi kamu harus bisa yakinkan bahwa cinta yang kamu rasakan adalah cinta yang sehat.
Pastikan bahwa kamu benar-benar mengetahui kebutuhanmu yang sebenarnya, yang bukan hanya “besar di ego”.

Berhentilah merengek-rengek karena segala ambisimu yg berlebihan & jangan kau merasa mannjadi orang yang paling menderita karena ada orang lain yang lebih menderita dibanding kau.

☺Perasaan itu bukan sesuatu yang mudah dimengerti.
Bahkan kamupun tdk mungkin bisa semudah itu mengartikan perasaan yang kamu rasa kini sebagai suatu perasaan “cinta & sayang”..
Haruskah kamu ikut brsama angin & bertiup lebih dingin ke arah sy?
Kamu sangat tidak stabil utk bertahan.
Ketika masalah muncul, ketika keinginan & keadaan lingkungan saling bertolak belakang, kamu justru semakin tdk terkendali & pergi.
Ketika harapan atas mimpi – mimpi mulai berserakan, harusnya kamu penuhi janji kmu untuk ikut mengumpulkannya lagi bersama.
Kamu malah biarkan sy tertatih-tatih memungutnya kembali.

Sesekali coba merenung.!!!
Tidakkah kamu takut ketika Tuhan menukar posisi kita?


  

Jumat, 18 Juli 2014

Ketika Keadaan Membunuh Impian

Dalam palungan samudera paling dalam, ku kuburkan semua harapan dan kutanamkan cerita kita. Biarlah alunan samudera bercerita, betapa aku mencintaimu.
Melepaskanmu bukan karena menyerah, hanya saja saya tidak ingin kau dapatkan yang tidak layak. 
Saya sangat bodoh, karena telah membiarkanmu mencintaiku. Mencintai pria yang memang tidak layak untuk dicintai. 
Semuanya telah saya pelajari. Memang ada kalanya kita membunuh ego kita untuk orang yang kita cintai.
  Semoga kau tak lagi mencintaiku seperti aku mencintaimu.
Semoga kau tidak merasakan perih seperti perih yang menusuk hingga hati yang terdalam sekalipun.

Tapi satu hal yang pasti, saya melepaskanmu bukan karena saya menyerah atau tidak lagi mencintaimu. Tapi sebaliknya, yang kurasakan saat ini adalah semakin mencintaimu dan cinta ini mengajarkanku bagaimana agar saya tidak egois dengan segala keinginanku.
Aku pahami, bahwa kau punya prinsip dalam hidupmu dan seharusnya aku tidak datang sebagai penggoyahmu.
 Saya kira cinta bisa menaklukan segalanya. 
Saya sadari bahwa kau adalah wanita hebat. Dan ironisnya, diantara pria yang hadir dalam hidupmu, entah sahabat, keluarga atau siapalah, mungkin baru pertama kali ini kau tau bahwa ada pria sepayah diriku.